KERETA CEPAT
Pemerintah berencana untuk membangun
proyek kereta Jakarta Surabaya. Proyek ini nantinya berpotensi menjadi
kereta cepat yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya.
Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bidang Pendanaan
Pembangunan Kennedy Simanjuntak mengatakan, proyek ini nantinya akan
dikerjakan bersama pihak swasta. Dengan begitu, proyek ini tak akan
membebani APBN dalam jangka panjang.
"Kereta cepat itu private, private semua," tuturnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (16/5/2017).
Saat ini, lanjutnya, proyek kereta Jakarta-Surabaya masih masuk
ke dalam tahap desain awal. Diharapkan, proyek ini nantinya tak
menggunakan APBN dalam jumlah besar.
"Belum, masih didesain, kita inginnya private juga. Seminim mungkin APBN," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, proyek ini masih perlu
pembahasan secara lebih lanjut. Pembebasan Lahan pun tak jadi masalah
pada proyek kali ini.
"Kan sudah ada dobel track di situ, sudah tinggal menggunakan
saja hanya yang jadi permasalahan, simpang terlalu banyak itu bagaimana.
Ada konsep bukan beton, konsep pakai fly over tapi dengan besi agar
kalau dibongkar bisa pakai yang lain. Kalau beton enggak bisa dipakai
lagi dan biayanya lebih mahal," tuturnya di Kompleks Istana Negara
beberapa waktu lalu.
Kereta kecepatan tinggi adalah transportasi massal dengan menggunakan rel dengan kecepatan di atas 200 km/jam (125 mil/jam).
Biasanya kereta kecepatan tinggi berjalan dengan kecepatan antara
250 km/jam (150 mil/jam) sampai 300 km/jam (180 mil/jam). Meskipun rekor
kecepatan dunia untuk kereta beroda dipecahkan pada tahun 2007 oleh
kereta Perancis TGV yang mencapai kecepatan 574,8 km/jam (357,16 mpj), sedangkan kereta maglev eksperimen Jepang telah mencapai kecepatan 581 km/jam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar