kereta cepat

kereta cepat

Minggu, 21 Mei 2017

kereta cepat

 KERETA CEPAT
Pemerintah berencana untuk membangun proyek kereta Jakarta Surabaya. Proyek ini nantinya berpotensi menjadi kereta cepat yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya.
Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bidang Pendanaan Pembangunan Kennedy Simanjuntak mengatakan, proyek ini nantinya akan dikerjakan bersama pihak swasta. Dengan begitu, proyek ini tak akan membebani APBN dalam jangka panjang.
"Kereta cepat itu private, private semua," tuturnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (16/5/2017).
Saat ini, lanjutnya, proyek kereta Jakarta-Surabaya masih masuk ke dalam tahap desain awal. Diharapkan, proyek ini nantinya tak menggunakan APBN dalam jumlah besar.
"Belum, masih didesain, kita inginnya private juga. Seminim mungkin APBN," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, proyek ini masih perlu pembahasan secara lebih lanjut. Pembebasan Lahan pun tak jadi masalah pada proyek kali ini.
"Kan sudah ada dobel track di situ, sudah tinggal menggunakan saja hanya yang jadi permasalahan, simpang terlalu banyak itu bagaimana. Ada konsep bukan beton, konsep pakai fly over tapi dengan besi agar kalau dibongkar bisa pakai yang lain. Kalau beton enggak bisa dipakai lagi dan biayanya lebih mahal," tuturnya di Kompleks Istana Negara beberapa waktu lalu.
Kereta kecepatan tinggi adalah transportasi massal dengan menggunakan rel dengan kecepatan di atas 200 km/jam (125 mil/jam).
Biasanya kereta kecepatan tinggi berjalan dengan kecepatan antara 250 km/jam (150 mil/jam) sampai 300 km/jam (180 mil/jam). Meskipun rekor kecepatan dunia untuk kereta beroda dipecahkan pada tahun 2007 oleh kereta Perancis TGV yang mencapai kecepatan 574,8 km/jam (357,16 mpj), sedangkan kereta maglev eksperimen Jepang telah mencapai kecepatan 581 km/jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar